Unimed Diteror Bom


Medan-@harianandalas Gedung Biro Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) di Jalan Willem Iskandar, Pasar V, Medan Estate, Kamis (12/7) pagi sekira pukul 10.30 WIB, diteror bom. Ancaman teror bom tersebut disampaikan pelaku melalui saluran telepon.

Seorang pegawai di ruangan Biro Administrasi Bagian Umum Keuangan (BAUK) bernama Rasidah yang pertama kali menerima ancaman dari penelpon gelap tersebut.

Informasi yang dihimpun wartawan, penelpon gelap yang diduga merupakan seorang pria memberitahukan kepada Rasidah bahwa gedung tersebut telah dipasang bom.

Pelaku memerintahkan Rasidah agar segera mengosongkan gedung tersebut karena bom sebentar lagi akan meledak. Namun saat Rasidah mempertanyakan identitas si penelpon tersebut, telpon langsung ditutup.

“Dalam tempo menit maupun detik ruangan ini akan meledak, cepat kalian kosongkan!” ujar Rasidah menirukan ucapan lelaki penelpon gelap tersebut. Rasidah kemudian memberitahukannya ke pegawai lainnya. Namun saat itu suasana masih tenang.

Sekira 5 menit kemudian, pria misterius tersebut kembali menelpon. Kali ini yang mengangkat telpon pegawai lain bernama Ernoldi (27).    Si penelpon gelap itu mengatakan kalau bom tersebut sudah diletakkannya di salah sati kamar mandi. Bom itu dibungkus dengan kotak hitam. “Dibilangnya di kamar mandi, bomnya dia letak di dalam kotak berwarna hitam,” ujar Ernoldi.

Ernoldi kemudian memberitahukan ancaman si penelpon gelap itu kepada para pegawai lainnya. Dalam hitungan detik, suasana di dalam Gedung Biro Rektor Unimed tersebut pun berubah panik. Para pegawai langsung buru-buru bergerak ke luar gedung karena takut ancaman si penelpon gelap tersebut benar-benar terjadi.

Petugas satuan pengamanan (satpam) Kampus Unimed kemudian diberitahu soal ancaman teror bom itu. Informasi tersebut langsung diteruskan ke pihak Polsek Percut Sei Tuan.

Tidak lama kemudian Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chan tiba di lokasi bersama puluhan anggota polisi. Kehadiran petugas kepolisian tersebut langsung memicu kehebohan para mahasiswa di Kampus Unimed.

Dalam sekejap kawasan seputaran gedung biro rektor tersebut sudah dipenuhi mahasiswa, dosen, dan para pegawai yang penasaran dengan isu ancaman bom di kampus mereka.

Polisi kemudian menyisir delapan kamar mandi di gedung biro rektor. Namun petugas tidak menemukan satu pun barang yang mencurigakan seperti apa yang diungkapkan si penelpon misterius tersebut.

Polisi juga memeriksa pesawat telepon di ruangan BAUK untuk mengetahui nomor telepon yang digunakan si penelpon gelap tersebut. Namun tidak berhasil karena pesawat telepon tersebut tidak mempunyai layar.

Menurut Faidir Chan, pihaknya akan berkoordinasi ke pihak PT Telkom untuk melacak pelaku lewat nomor telepon yang digunakan untuk meneror pihak Kampus Unimed.

Setelah memastikan bahwa gedung biro rektor tersebut aman, para petugas kemudian meninggalkan Kampus Unimed. Setelah itu barulah para pegawai berani masuk ke dalam gedung untuk kembali melakukan aktivitasnya.

Rektor Mengutuk

Sementara itu, Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar melalui Humas Tappil Rambe menyatakan, mengutuk keras orang yang tega melakukan teror melalui telepon gelap terhadap lembaga pendidikan.

Karenanya, pihak rektorat mengharapkan pihak kepolisian mengusut dan segera menangkap pelaku teror tersebut.

“Pihak rektorat mengucapkan terimakasih kepada aparat kepolisian yang segera datang dan menyisir ke berbagai lokasi di Unimed. Alhamdulillah, tidak ada ditemukan benda-benda yang mencurigakan di Kampus Unimed,” ujar Tappil kepada andalas melalui telepon seluler, Kamis (12/7) malam.(ACO/HAM)

Sumber : http://harianandalas.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s